Warga Amerika Dievakuasi dari Mesir-TEMPO Interaktif

 

Warga Amerika Dievakuasi dari Mesir  

Senin, 31 Januari 2011 | 09:53 WIB

TEMPO Interaktif, Washington – Gelombang demonstrasi menuntut Presiden Mesir Husni Mubarak turun dari kekuasaannya terus membesar. Pemerintah Amerika Serikat khawatir dengan kondisi ini, mereka mulai mengevakuasi ribuan warganya yang berada di Mesir dengan pesawat carter. 

“Kami akan mengangkut mereka dengan pesawat khusus sampai semuanya keluar dari Mesir,” kata Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Janice L. Jacobs. 

Menurut Jacobs, anggota keluarga yang berada di Amerika Serikat kesulitan menghubungi kerabatnya di Mesir. Sebab, hampir semua layanan internet di Mesir putus. 

Mereka, kata Jacobs, frustasi  karena tidak mendapat informasi yang terang tentang Mesir dan keluarganya. “Dan ini membuat pekerjaan kami lebih sulit,” ujarnya. 

Namun, Departemen Luar Negeri Amerika terus mengupayakan akses internet ke situs Kedutaan Besar mereka di Kairo tetap dibuka, begitu juga dengan situs Departemen Luar Negeri. Di dua situs tersebut tercantum jadwal pesawat dan proses evakuasi. 

Pesawat carter ini, kata Jacobs, mulai disediakan hari ini, Senin (31/1). Warga Amerika akan diterbangkan dari Kairo ke beberapa negara di Eropa. Di antaranya, Athena, Yunani; Istanbul, Turki dan Nicosia, juga Cyprus. 

Selain bertolak dari Kairo, pesawat carter Amerika juga disediakan bagi mereka yang berada kota-kota lain di Mesir, seperti Luxor. Saat ini ada 52 ribu orang Amerika yang tercatat di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kairo. 

Mesir semakin kacau. Kemarin, para penjarah menjarah mal dan perumahan-perumahan elit yang ada di Mesir hari ini. Aksi pembakaran juga kembali mulai terlihat dibeberapa tempat seperti kantor partai berkuasa, mal, dan mobil-mobil polisi. 

Berdasarkan laporan terakhir Istri Presiden Husni Mubarak, Suzanne Mubarak, dan anak perempuannya telah diterbangkan ke London dengan menggunakan pesawat jet pribadi kemarin malam. Mereka membawa 100 kopor dan akan bergabung dengan anak laki-laki Mubarak, Gamal Mubarak yang telah berada di London. 

AP | POERNOMO GR 

This entry was posted in Democracy, Internet access. Bookmark the permalink.