Cara Mesir Membungkam Internet -Tempo Interaktif

Cara Mesir Membungkam Internet  

Senin, 31 Januari 2011 | 09:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Jumat lalu, sesuatu yang luar biasa terjadi di Mesir saat aksi demonstrasi besar-besaran menentang rezim Presiden Mesir Hosni Mubarak bergolak.

Tanpa pemberitahuan seluruh jaringan internet di Mesir, yang jumlahnya mencapai 80 juta, serentak padam alias mati total. Bagaiman mana mereka melakukannya?
Tentu saja tidak ada tombol khusus untuk menutup semua akses internet itu. Tapi sebuah perintah dari pemerintah ibarat tombol besar yang langsung mematikan semua jaringan.
Pemerintah Mesir cukup meminta Internet service provider (ISP) yang ada untuk mematikan sistem mereka. Perintah itu efektif dan telah terbukti Jumat lalu.
“Di bawah undang-undang Mesir, pemerintah mempunyai hak untuk mengeluarkan perintah seperti itu dan kami harus patuh,” ucap Vodafone Egypt dalam rilisnya.
Selain Vodafone, tiga ISP besar di Mesir lainnya adalah Link Egypt, Telecom Egypt, dan Etisalat Misr. Semua serentak mematikan sistem mereka pada hari itu.
Lantas, bagaimana pemerintah melakukannya? Seseorang dari pejabat pemerintahan cukup mengangkat telepon dan mengatakan, “ Matikan.” Maka semua patuh.
Sebanyak 3.500 Border Gateway Protocol atau BGP routes—tempat di mana koneksi jaringan dan tempat untuk mengenali IP addresses—secara mendadak menghilang.
Tapi, Stéphane Bortzmeyer, pakar IP komunikasi, mengatakan pemerintah Mesir yang mematikan sistem itu. “BGP adalah gejalanya bukan penyebabnya. Mereka yang menarik kabel itu.”
Menarik BGP routes (atau memutuskan aliran kabelnya) jauh lebih efektif ketimbang memblokir internet dengan mengatakan, “Matikan DNS.”  Sebab, pengguna bisa tetap mengakses internet lewat DNS di luar negeri.
Bila dibandingkan dengan di Tunisia, ketika beberapa BGP routes diblokir, atau Iran, apa yang terjadi di Mesir bisa dibilang lebih sadis.
Meski begitu, kenyataannya, tidak semua jaringan padam pada hari itu. Satu-satunya yang masih bisa mengakses internet adalah Noor Group.
Tak jelas mengapa provider ini tetap diperkenankan beroperasi. Namun ada kabar bahwa servis provider ini dibutuhkan untuk menjaga agar Egyptian Stock Exchange tetap bisa diakses dari luar Mesir.
GIZMODO | FIRMAN

 

This entry was posted in Democracy, Internet access, Internet censorship and tagged . Bookmark the permalink.